Yang Tua Waktunya Pensiun Dong !!!
Mungkin kalo lagi mendengarkan lagu yang satu ini sepertinya pas banget untuk kondisi bangsa saat ini.Sudah lelah ,capek dan waktunya pensiun serta tidur untuk yang generasi yang muda2 dan energik sudah saatnya yang memimpin negeri ini .Dengan masih menyimpan semangat 45 yang mengebu dan pikiran sangat smart ck..ck..ck
Bagi yang sudah pernah dengar lagu ini cocok banget untuk di download , Elpamas sebuah band anak mudah pada jadul waktu itu .Dan Lagunya yang terkenal banyak sekali salah satunya yang pernah di cekal pada waktu itu Pak Tuanya Elpamas , oh ya bisa di di download di sini .
Akan tetapi untuk lebih jauh tentang sejarah ELpamas bisa di liat di sini / Wikipedianya
Tags: jadul, log zhelebour, musik dangdut, SEONama Elpamas tadinya merupakan kependekan dari “Elektronik Payung Mas”, nama sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang menyuplai peralatan band buat para personel Elpamas. Belakangan, kepanjangan nama Elpamas diplesetkan ke dalam bahasa Jawa, yaitu Elek-elek Pandaan Mas. Karena band ini memang berasal dari daerah Pandaan, Malang (Jawa Timur).
Awal terbentuk, sekitar tahun 1983, Elpamas tidak langsung memainkan musik rock. Lewat panggung-panggung tingkat RT dan ‘bergerilya’ dari kampung ke kampung, Elpamas dikenal luas sebagai band yang mengusung musik dangdut.
Tapi kemudian, Elpamas tidak terlalu lama mengusung jenis musik ini. Tahun berikutnya, menjelang mengikuti festival rock yang digelar oleh Log Zhelebour mereka pun ganti haluan.
Elpamas mulai memperlihatkan talentanya sebagai grup rock yang layak diperhitungkan saat mereka berhasil merebut gelar Juara III di “Festival Rock Se-Indonesia” tahun 1984. Bahkan saat event tersebut digelar lagi pada tahun 1985 dan 1986, Elpamas yang waktu itu diperkuat oleh Dollah Gowi (vokal), Toto Tewel (gitar), Didiek Sucahyo (bas), Edi Daromi (kibor) dan Rastato mampu meraih predikat Juara I selama dua kali berturut-turut. Sementara Toto Tewel, juga mampu mengantongi gelar sebagai gitaris terbaik.
Karir Elpamas kemudian semakin terasah dengan seringnya mereka tampil di pentas-pentas musik besar, antara lain mendampingi God Bless pada “Tour Raksasa Gudang Garam”, tahun 1989.
Di dunia rekaman, nama Elpamas juga mampu mencatat prestasi yang cukup lumayan. Salah satu lagunya, yaitu Pak Tua menjadi tembang klasik mereka yang mungkin paling dikenal masyarakat. Tembang karya Pitat Haeng (nama samaran yang digunakan Iwan Fals) yang termuat di album Tato tersebut konon mampu mendongkrak penjualan albumnya hingga mencapai angka 85.000 keping. Sebuah jumlah yang membanggakan pada masa itu.
Lagu itu sendiri — yang bercerita tentang seorang penguasa yang sudah tua tapi belum mau pensiun — sempat dicekal, tidak boleh ditayangkan di TV. Pasalnya, liriknya dianggap telah menyinggung penguasa orde baru.










wah..sama halnya kayak orang2 dpr sekarang yaks…
gantiaan dong untuk angkatan muda
@okta sihotang on October 4th, 2008
Iya mas sitohang. Biar kagak bosen. wktu terus berjalan…masak yang muda gak jalan.
Iya dong regenerasi memang dibutuhkan, agar muncul ide2x segar…stuju!
nyindir saya neh nyindir saya?
maklum saya orang jadul yang suka ehek ehek