Posts Tagged ‘pasar’
Kenapa Kue Basah ?
Kenapa kue basah,ma.Itu pertanyaan putraku.Aku piker roti,cake, pastry,dan kue kering adalah kue-kue modern.Tampilanya aneka macam penuh variasi.Tapi kalau kue basah menurutku adalah jajanan pasar atau kue tradisional yang sepertinya masih tetap digemari karena akrab dilidah kita.
Sebenarnya aku sendiri dulu kalau bikin kue tradisional tersebut enggan karena sedikit rumit.Contohnya saja kue nagasari ,yang memasak adonannya dua kali ,atau kue mangkok kalau nggak kebetulan nggak mau ngembang atau mekar.Sehingga banyak yang bilang kue tradisional itu susah –susah gampang.Jadi kalau bikin memang butuh kesabaran dan telaten biar berhasil,
Tapi sekarang sudah banyak kue tradisional yang dimodivikasi sehingga praktis dan nggak begitu ribet cara bikinya.
Dan juga harus memperhatikan caranya dengan benar.Misalnya saja harus diuleni dengan tangan supaya tekstur kue tersebut menjadi berlubang atau berserat,selain itu agar kue lembut dan lentur,contohnya bika amabon, kue mangkok,dan lainya yang perlu diuleni.
Untuk mengukuspun juga demikian.Seperti mengukus kue mangkok,kue talam diperlukan kukusan dengan uap air yang panas agar kue dapat mengembang dengan sempurna.Selalu masukan adonan kedalam dandang kukusan setelah air mendidih.Agar kue tidak basah kena air,bungkus tutup dandang dengan kain bersih,jadi uap air nggak menetes ke kue.
Beberapa kue tradisional harus direbus untuk mematangkanya.Biasanya kue yang direbus akan mengapung kepermmukaan setelah matang.Masukan kue setelah mendidih dan gunakan api sedang saja.
Ada beberapa kue tradisional yang harus digoreng.Ada beberapa cara ,ada yang dengan minyak panas dan banyak,ada yang dengan minyak sedang tetapi tidak panas(hangat) seperti onde-onde agar tidak meletus saat digoreng.
Dan kue-kue basah atau jajanan pasar ini pada umumnya dipanggang langsung diatas api dengan menggunakan cetakan,seperti cara bikang,kue pukis.Selalu panaskan cetakan terlebih dahulu diatas api sebelum diisi adonan.Jangan lupa olesi dulu cetakan dengan mimyak goring agar kue yang sudah matang tidak lengket,tetapi mudah diangkatnya.
Nah itu sekilas tehnik pembuatan kue tradisional,agar mudah mengerjakanya.
Oh ya ada pula kue tradisional yang diberi air kapur sirih.Air kapur sirih tahan lama tentunya yang digunakan air endapanya.
Kue yang menggunakan santan ,santan segar akan lebih terasa gurih dan wangi daripada santan siap pakai.Biasanya kue yang menggunakan ragi instant harus pakai santan yang telah dingin.Jika pakai tape singkong sebagai pengganti ragi santannya harus hangat.
Sebaiknya santan sebelum digunakan dimasak terlebih dahulu agar kue tidak cepat basi.
Masak santan dengan api kecil sambil diaduk-aduk ,jangan sampai santan pecah,karena akan mempengaruhi rasa kue.
Ada cetakan kue-kue tradisional yang menggunakan kuningan.Jika masih baru biasanya cetakan akan lengket saat adoanan yang sudah matang diangkat dari cetakan.Untuk menghindari cetakan menjadi lengket ,sebelum digunakan gosoklah cetakan dengan ampas kelapa sampai mengkilap.Dan setelah dipakai tak usah dicuci ,olesi minyak terlebih dahulu sebelum disimpan.
Nah sudah dahulu .
Lanjutan Selepas SMA
Selagi putraku main layang-layang aku bisa ngelanjutin yang kemarin Selepas SMA nih. Karena sudah lama aku kerja ditoko dan kurasa aku punya ketrampilan bikin kue akhirnya aku berhenti kerja.Aku memilih bikin kue dan menitipkanya ditoko kue.Ya sampai sekarang aku pun masih terus bikin kue dan terima pesanan.Hanya saja sekarang sudah nggak menitipkan ditoko kue.Kirim kue ditoko-toko itu memang kadang kirim lalu lama berhenti lalu kirim lagi .Ini karena beberapa hal misalnya saat aku hamil seperti sekarang ini.Dulu juga gitu, sampai putraku usia kurang lebih satu tahun setengah aku baru kirim lagi.Lalu aku punya toko sendiri di pasar.Tapi sekarang libur lagi karena hamil,hanya saja kalau ada pesanan aku kerjakan.Tapi bikin kue untuk pasar pagi tetap kukerjakan,mungkin nanti kalau kehamilanku memasuki bulan kedelapan baru deh aku diam.Bikin kue itu memberikan kepuasan tersendiri buatku.Makanya kadang pekerjaan rumah sudah cukup bikin aku sibuk ,termasuk main sama putraku ,kalau bikin kue nggak ada capeknya kayaknya. Sudah hati puas kalau lihat hasilnya dan dapat uang lagi.Ada sih memang beberapa teman yang nggak mau ngasih tahu resepnya,takut kesaing mungkin ya.Padahal aku sendiri sering tukar resep sama teman untuk nambah variasi kue.Karena kue kan sepertinya resep dasarnya hanya itu-itu saja tergantung kita mengolahnya.Mau ditambah pisang, labu, singkong, ketan,sukun,kentang dansebagainya.Semua bisa ditambahkan ke kue untuk kasih rasa yang lain.Nah kadang nggak semuanya itu hasil dari pikiranku sendiri tapi dari teman juga,teman kadang bilang suruh coba pakai gula merah,lalu jangan kasih mentega ,coba kasih minyak rasanya lebih oke.Nah kita akan lebih banyak masukan bukan?Tapi coba kalau kita ditanya kok kuenya ada rasa ini dan bisa gitu kasih apa ya?Lalu kita nggak mau kasih tahu,temanpun akan pelit juga ke kita. udah dulu nanti di sambung lagi