web host - Web host rankings of best 10 hosts.

Seragam SD Kalahkan Korp Tentara

Sekolah sekarang aneh2 saja berita kali ini datang dari tetannga sebelah

CAKUNG (Pos Kota) – Sekolah gratis untuk murid SD dan SMP ternyata belum sepenuhnya berlaku. Buktinya orangtua murid harus mengeluarkan banyak biaya, antara lain untuk membeli buku dan seragam sekolah yang tidak disediakan melalui program sekolah gratis ini.

Seragam sekolah murid SD boleh dibilang mengalahkan tentara. Mereka harus punya 5 jenis yakni, merah putih, putih putih, batik, pramuka dan seragam olahraga.

“Kami pusing seragamnya banyak banget,” kata Ny Heni, warga Penggilingan Rabu (1/7). Harga baju seragam itu pun tidak murah buat para orangtua murid yang anaknya masih usia sekolah.

“Anak saya ada empat. Pertengahan Juli ini butuh seragam dan buku , satu anak yang masih SD butuh biaya untuk buku Rp 450 ribu dan anak saya ada 2 anak SD jadi butuh Rp sekitar Rp 1 juta,” jelasnya.

Sedangkan untuk seragam ia terpaksa mengeluarkan uang sekitar Rp 300 ribu karena rata-rata harga seragam yang dijual di pasar atau toko berkisar Rp 60 ribu-an. “Tiap tahun ada seragam yang dibeli bisa karena sudah kekecilan, robek atau rusak,” kata Ny. Heni lagi.

Sebenarnya seragam yang robek bisa ditambal, “Tapi, kan kasihan anaknya. Bisa minder. Ya, harus kita bela-belain,” tutur Ny. Maksum, orangtua murid yang lainnya.

Seragam tersebut tidak semuanya bisa dibeli di luar sekolah karena ada seragam yang harus dibeli di sekolah. Hal ini karena seragam tersebut menjadi ciri sekolah, misalnya baju batik dan buat olahraga. “Masing-masing sekolah kan punya ciri khas sendiri. Harganya antara Rp50ribu hingga Rp75 ribu.”

Untuk siswa SMP dan SMA kebutuhan biayanya lebih besar lagi. “Kemarin saya terpaksa jual motor untuk biaya anak-anak sekolah karena total 4 anak butuh biaya Rp 5,6 juta,” lanjutnya.

Budiyono, warga Duren Sawit, juga terpaksa menjual motornya untuk anaknya yang masuk ke SMA. “Ternyata bayarnya lumayan juga di SMA Negeri bisa Rp 8 juta, belum termasuk seragam dan ekskul,” tuturnya. (Dieni/B)

Related posts

6 Comments

  1. suwung — July 2, 2009 @ 3:45 am

    weh indonesia jaman sekarang kok malah gini yah

    [Reply]

  2. Dinda Watson — July 2, 2009 @ 4:45 am

    Wah parah nih yah… duh duh duh… yang lebih parah lagi tiap taun pasti naik!!

    [Reply]

  3. se7en miracle — July 2, 2009 @ 6:43 am

    jah ini mah nama nya gk gratis jg…
    gratis iklan nya seh keliatan nya neyenengin,
    ternyata malah harus bayar ini itu lagi…
    haiya….
    gimana semua anak bisa sekolah…
    ngaco aja…

    [Reply]

  4. aNGga Labyrinth™ — July 2, 2009 @ 7:23 am

    Hmm…. kita harus memangdang nya dari berbagai sudut. Resiko sekolah bagus emang gitu, banyak environt ment pendukung pendidikan nya. Ya… jadi nya mahal.

    Tapi kan worthy sama hasilnya toh.

    Klo pengen agak ringan biayanya tentunya ibu itu harus piawai memilih sekolah, ngak usah yang kayak gitu juga banyak kok yang bagus.

    Live is equivalent trade, hidup itu adalah pertukaran setara. Maaf bukan bermaksud negatif, harusnya ibu itu jangan mengeluh, kasian anak nya.

    [Reply]

    Diah Reply:

    wah makasih banget mas masukkannya

    [Reply]

  5. GeLZa — July 3, 2009 @ 2:50 am

    katanya Sekolah gratis??
    tapi uang gedung + baju + buku + lain lain
    bisa sampai puluhan juta….
    sama aja bo’ong….
    hahaha

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment