Perlukah kita menulis artikel ???
Menulis ,membuat dokumentasi , arsip memang mudah di ucapkan tapi sulit dikerjakan .Bagi saya pribadi untuk menulis artikel memerlukan tenaga , kekuatan pikiran daya imajinasi yang tinggi.Tapi bagi yang sudah mahir dalam menulis artikel ,bak ide dan tangan seperti menulis dengan sendirinya.Seperti sudah tahu apa yan mau diketikkan.Saya kadang malu,artikel yan saya buat ini tidak sebagus tetangga sebelah.Bahkan kalau mau dikata mereka kok bisa menulis dengan tatabahasa yang kadang menurut saya sangat indah dan enak dibaca.Biarpun tata bahasa yang di gunakan bahasa prokem,atau bahasa formla bagi saya sangat indah .Layaknya seoran syair atau pencipta lagu yang menulis syair2 indah.Dan bagi siapapun membaca pasti akan terhipnostis.Seperti kadang saya melirik artikel “bapak” ini Dan kadang pula saya membaca artikel kesehatan dari Mbah Dipo ,yang menurut saya juga segar banget dan mudah di menegerti oleh saya yang awam banget tentang arti kesehatan dan jugan pengaosannya .Ciamik banget pokoknya
Dari semua uraian diatas perlukan kita menuls artikel ??,Tanyakan pada hati nurani .Biar orang itu sepandai apapun tapi kalau tidak pernah menulis dan di ketahui oleh orang banyak maka hidup tidak ada artinya (kalau nggak salah kata Pramodya AN”) .Kalau dipikir2 jauh dan diresapi memang sangat mengena banget di dalam hati.Untuk itu segeralah menulis mulai sekarang jangan sampai menunggu sampai kita mau waktu luang.Karena dengan memulai menulis secara tidak langsung akan melatih daya kreatifitas otak supaya lebih bergairah .Dan jika kesulitan menulis artikel bisa di lihat di artikel sebelumnya
Selamat Menulis
El Loco — July 2, 2008 @ 3:38 am
Wah, pertamax nich…
Menulis[mode:on]
erwin — July 2, 2008 @ 4:32 am
kalo menulis blog gak perlu tata bahasa yang baik gak masalah, penting isi nya mudah di pahami, kalo jurnalistik baru deh harus pake tata bahasa baik dan benar kalo enggak bisa coret sama editor
alexanya dah 300 ribu, keren..
sawali tuhusetya — July 2, 2008 @ 9:22 am
jadi inget kata2 lanfang, mbak. kalo ingin melihat dunia, membacalah, tapi kalau ingin dilihat dunia, menulislah. dus, menulis merupakan media yang tepat utk eksistensi diri, mbak, hehehehe
btw, saya juga barus belajar menulis, mbak. hhehehehe
Daniel Mahendra — July 2, 2008 @ 11:48 pm
…orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah… (Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer).
Diah — July 3, 2008 @ 1:46 am
@El Loco
Untung nggak M.Tanah
@erwin
Betul mas..tatabahasa yg baik memang khusus jurnalistik ,kalau seperti saya memang semua orang bisa memahami .Tapi kalau nggak bisa memahami berarti tata bahasaku masih jauh…lho..ko bingung aq
@sawali tuhusetya
Betul pak ..dikit2 sambil belajar menulis dan menulis Biar nggak ketinggalan dunia luar
@ Daniel Mahendra
Wah betul sekali mas Pramodya AN ,makasih mas