web host - Web host rankings of best 10 hosts.

Penumpang Angkutan Semakin Sepi

Mungkin gak klo sekarang yang zamannya udah susah gak beres, mana ada krisis global susah cari kerja, susah cari bensin, dimana-mana bensin antri dan tidak sedikit POM di malang banyak yang bertuliskan BBM Habis. Waduh gimana jadinya negara ini kedepan?? walaupun Malang bukan Kota besar kayak Jakarta, Dan menurut orang Jakarta Embong Malang masih bisa dikatakan sepi…padahal menurutku udah padat banget, cuma macetnya gakparah banget. Dan suasana di Malang masih sejuk walau mulai banyak pembangunan, Dan 3 hari yang lalu ada kunjungan Bapak presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Malang,mungkin cari angin segar. Wah bisa panjang kita klo ngomongin yang namanya…Nasib..Kotaku dan yang sedang genjar krisis. klo satu-satu sih gak amat banyak. Tapi klo di gabungin bisa habis kuku lentikku buat posting. kok mikirin kuku jadinya?hehe

Kembali ke topik utama kita dimana keberadaan angkutan yang serba sulit. Mungkin kita perlu mengkaji lebih dalam fungsi angkutan sebenarnya. Dan fungsi angkutan adalah alat angkut suatu barang, dimana orang termasuk didalamnya. Mungkin sebagai supir angkut yang baik untuk saat ini harusnya memikirkan tarif tidak hanya pada orangnya saja tapi barang bawaannya, klo bawaanya besar-besar kasihan yang bayar sama tapi kepuasan berbeda. Bisa kacau klo gitu kan. Tapi jika tarif kayak gitu di berlakukan itu mendapat 1 poin positif . Seperti jasa angkutan tidak hanya berupa orang tapi juga barang jadi pendapatan sedikit naik, 2 jika sepi penumpang orang bisa ke barang. Yang menjadi persoalan apa penumpang mau tentu tidak kan pasti semua kendalanya, tapi sebelum memikirkan kendala tersebut kita dapat berpikir jumlah penumpang angkutan yang mulai sedikit karena banyak yang beralih ke sepeda motor. Dan angkutan tidak populer lagi. dengan jumlah angkutran yang juga semakin banyak pasti pendapatan menipis. Pasti sulit menerapkan hal tersebut. Tapi semoga itu hal dapat berguna,hal semacam itu sepenuhnya untuk kesejahteraan seorang supir angkutan. Daripada usul rebutan trayek. yang sering menyebabkan kericuhan kan mending kita berembug bersama bagi-bagi job, kamu barang, kamu orannya jadi 2 angkutan jalan berdua. Tidak saling sikut-sikutan….tapi memang perlu kesadaran masyarakat untuk berhenti berfikir pribadi. Dengan kita seminggu minimal 2 kali naik angkutan umum selain dari segi hemat BBM pastinya klo naik angkutan kan mau kemana males jadi ngirit BBM. Klo naik sepeda motor kesini dulu kesini dulu semaunya kita. tapi klo naik angkutan cenderung pulang kerumah kan capek naik angkutan. Tapi berkorban sedikit kan gak apa-apa. Jangan makin lama jasa angkutan makin sepi penumpang kan kasihan pak sopirnya.

Related posts

8 Comments

  1. sawali tuhusetya — October 14, 2008 @ 3:52 pm

    sepinya penumpang angkutan ternyata juga terjadi di kota kecil semacam kendal, mbak diah. bisa jadi juga mereka yang ndak punya kendaraan malas keluar rumah karena daya beli terhadap barang2 konsumtif audah sangat menurun. semoga saja angkutan umum kembali ramai penumpang, meski dunia terancam krisis, haks. kasihan kang sopir kalau harus ngoyak setoran.

    [Reply]

  2. artikel kesehatan — October 14, 2008 @ 3:54 pm

    Ya, tidak hanya di Malang Mbak, di Bandung juga hampir sama kondisinya :)

    [Reply]

  3. nugraha — October 14, 2008 @ 3:57 pm

    Kalo menurut saya, mendingan naik kendaraan pribadi sejenis motor atau sepeda (kalo mobil sendiri malah tambah boros), soalnya kalo naik angkot, dipake buat berangkat kerja, jatohnya tuh lebih mahal.

    [Reply]

  4. Web99 — October 15, 2008 @ 12:11 am

    Benar mbak yang saya rasakan seperti itu,
    kasihan yah para pengusaha kecil.

    [Reply]

  5. fotogaul.com — October 15, 2008 @ 3:53 am

    yayaya.. angkutan di indonesia kayaknya lom optimal yah bu..

    [Reply]

  6. Bambang Oke — October 15, 2008 @ 6:49 am

    Ada PR http://www.bambangoke.com/2008/10/pr-sebagai-media-backlinks.html

    [Reply]

  7. Zamilionaire — October 15, 2008 @ 1:34 pm

    Pada naek motor..

    [Reply]

  8. erwin — October 17, 2008 @ 3:42 am

    naik angkot:
    naik 3 kali, pernaik 2500 kali 3 = 7500 kali sebulan 30 hari 225000

    naik sepeda motor:
    beli bensin seminggu sekali 15000 kali sebulan 4 minggu = 60000

    naik angkot lebih mahal,lama, dan desak-desakan, yah mungkin perlu ada perbaikan pelayanan dan lebih murah

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment