Nonton Wakil Rakyat
Caleg ,bulan2 ini lowongan pekerjaan menjadi caleg di buka untuk umum.Tidak saja lowongan menjadi PNS saja yang rami ,tak kalah ramainya lowongan pekerjaan caleg pun ramai banget.Jika terpilih menjadi calon legislatip oppss Legislatif itulah yang diimpi2kan.
Terus kapan nonton Wakil Rakyatnya..Ya ntar tanggal 9 April bakal ramai2 yang menentukan diterima tidaknya adalah Direktur sekaligus Ceo Indonesia (baca:Rakyat Indonesia).
Secara Gamplang semua ramai2 mengisi CV (poster) ada yang pakai bahasa inggris ,Indonesia ,Daerah Agar Direktur Personalia / Presdir (Baca:Rakyat) Tertarik sehingga akan menerima lamarannya ..
Oh ya ini ada cerita(bioskop) dari negeri sendiri Wakil Rakyat ..dan katanya udah di putar…cuman sayang di Malang belum hihihih..bagus banget kayaknya
Menertawakan dan Mengolok-olok Wakil Rakyat
WAKIL RAKYAT
PRODUSER: Chand Parwez Servia, SUTRADARA: Monty Tiwa, PEMAIN: Tora Sudiro, Revalina S. Temat, Vincent Rompies, Wiwid Gunawan, Dwi Sasono, Gading Marten, Jaja Miharja.
Sebuah komedi satir yang menggelitik di tengah hiruk-pikuk menjelang hajatan politik, yang tinggal menghitung hari. Sutradara Monty Tiwa menghadirkannya lewat film komedi Wakil Rakyat. Suguhan cerita yang ringan, menghibur, sekaligus mengolok-olok kehidupan politik di negeri ini.
Kisah itu berawal ketika Bagyo (Tora Sudiro) harus kehilangan pekerjaannya, lantaran kelalaiannya pada acara rakernas sebuah partai besar. Seekor kucing tiba-tiba menyerang ketua partai yang baru saja berorasi di depan massanya. Bagyo kena damprat. Ia dipecat hingga membuat rencana pernikahannya dengan Ani (Revalina S. Temat) terancam gagal total!
Dari sana, duka rupanya belum beranjak darinya. Bertubi-tubi musibah datang. Kali ini, uang untuk membiayai ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri sekawanan maling.
Dendam pun terbalaskan, ketika Bagyo mendapati para pencuri itu tengah beraksi merampok seorang artis terkenal bernama Atika (Wiwid Gunawan). Bagyo muncul bak pahlawan. Ia menghajar kawanan perampok dan membuat Atika terpesona.
Keberaniannya menjadi berita besar. Namanya langsung jadi buah bibir, ketika media memberitakan kehebatannya. Bagyo melejit bak selebritas. Ketenarannya kemudian dimanfaatkan oleh sebuah partai politik untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Awalnya menolak, tapi Bagyo akhirnya luluh juga. Ya, Bagyo kini menjadi caleg dadakan.
Tak hanya sebatas film komedi, Wakil Rakyat juga berusaha memotret sekaligus mengolok-ngolok kondisi yang terjadi di ranah politik negeri ini. Sosok Bagyo, pastinya, juga hadir dalam proses politik yang saat ini tengah membombardir perhatian kita.
Dengan bumbu komedi, olok-olokan ini justru terasa jauh lebih mengena. Monty mencoba mengajak penontonnya untuk sejenak mengendurkan urat syaraf, lalu menyikapi fenomena tersebut sebelum akhirnya memberikan suaranya kepada para wakil rakyat pada Pemilu, 9 April mendatang.
Pada tataran lainnya, film yang juga dibintangi bintang-bintang komedi seperti Tarsan, Jaja Miharja, dan Joe P-Project, juga mengingatkan para calon wakil rakyat di negeri ini agar tak cuma memberikan janji-janji kosong, tapi sebuah bukti yang didasarkan ketulusan dan kejujuran.
Lagi-lagi, film ini tak sebatas cuma memberikan tontonan yang menghibur, tapi mengajak penontonnya agar cerdas untuk memilih para wakilnya di kursi legislatif nanti.
Inilah yang dihadirkan lewat sosok Bagyo. Saat berkampanye di sebuah kampung miskin, Bagyo menyadari bahwa nama besarnya dan popularitas, bukanlah hal yang dibutuhkan masyarakat. Bagyo pada akhirnya tersadarkan.
Tak berlebihan rasanya, jika Wakil Rakyat disebut sebagai sebuah tontonan yang lengkap, lepas dari segala kekurangannya. Kekocakan yang dihadirkan para pemainnya, pesan yang tersaji hingga konflik cinta segitiga antara Bagyo, Ani dan Atika berhasil memberi daya bagi penontonnya untuk tetap bertahan hingga layar usai.
Vincent, pembetot bas ClubEighties, yang tampil memerankan tpkph Jereng, asisten Bagyo, tampil memukau. Aktingnya, cukup natural dan mengundang gelak tawa. Vincent, berhasil memberi ruh untuk sebuah film komedi. Ditambah lagi, kehadiran Jaja Miharja, Tarsan, hingga Dwi Sasono.
Film yang shootingnya mengambil lokasi di Jakarta dan Bantul, Yogyakarta ini, diakui produser Chand Parwez, idenya diangkat dari realita sehari-hari bangsa ini, terlebih menjelang masa pemilu 2009 ini.
“Sebenarnya ide ini muncul dari belasan tahun yang lalu. Beredar joke-joke politik dan tercetus keinginan saya untuk buat partai PSDA (Partai Selamat Dunai Akhirat). Baru setahun lalu mendapatkan judul Wakil Rakyat. Kita buat film ini untuk jadi cermin bagi calon wakil rakyat maupun yang memilihnya,” ujar Parwez usai pemutaran perdana film tersebut di Planet Hollywood, Jakarta. Wakil Rakyat akan mulai diputar pada tanggal 2 April ini.
Sumber:
http://entertainment.kompas.com







Freddy — April 3, 2009 @ 2:24 am
Masih bingung mo milih apa dan siapa
Eh mbak tukeran linknya gimana nih… mo ga tukeran link ama saya
[Reply]
admin Reply:
April 3rd, 2009 at 5:45 am
nggak usah bingung mas..sayajg bingung ntar
mongo mas gpp tukeran link
[Reply]
arisnb — April 3, 2009 @ 2:51 am
saya jadi penasaran mode on … pengin liat tuh komedi
[Reply]
khafi — April 3, 2009 @ 10:35 am
wah jadi gk penasaran lagi..:(
dah dicritain…:D
[Reply]
harianku — April 3, 2009 @ 12:53 pm
saya juga belum ada bayanyan nih ma diah siapa caleg yang akan saya pilih.. bingung
[Reply]
Riannarey — April 4, 2009 @ 2:28 am
hi hi hi saya belum punya hak pilih
[Reply]
yudi — April 4, 2009 @ 3:32 am
bimbang, golpu* atau…
[Reply]
s4ndy — April 4, 2009 @ 5:35 am
kalo tora kyknya siih lucu..
jadi pengen nonton mbak..
[Reply]
munawar am — April 8, 2009 @ 6:33 am
itu Tora dari partai apa yahhhh?
partai naga bonar kali yahhhh?
kalau sudah sampai di kampungku, mudah-mudahan saya bisa nonton
[Reply]