Menatap Indahnya Masa Depan
Banyak hal yang harus di perbuat, banyak ide yang harus dikeluarkan dan banyak sumber yang harus dipetik. Mungkin jika kita menatap masa lalu di mana masa itu bertempat dijurang keabadian yang dalam, terendap dalam lautan pasir yang bersih. Dimana kita harus menabur pasi ke semua wajah tak berdosa. Mungkin masa depan tidaklah lebih indah daripada masa lalu, mungkin potret dulu tak seindah yang akan datang tetapi mungkin kebahagiaan ku-mu-kita semua akan hadir seiring gagalnya kita menempuh hidup yang fana..ini.
Menatap masa depan yang mulai menggelitik tawa dan kesedihan yang berkepanjangan, seorang ibu seorang ayah yang telah mendidik kita tidak dapat kita musnahkan dari pikiran kita. Tidak hanya orang tua yang khawatir anaknya pergi tetapi kadang kala seorang anak khawatir orang tua tak kembali ketika ia pergi. Dari dulu mungkin kita hanya bermain-main melakukan apa yang hendak kita lakukan tanpa arah dan tujuan. Andai kita sadar dimasa depan ada kalanya kita bersedih ketika kehilangan mulai dirasa. Tetapi apakah kita terus berfikir dengan hal itu..? tidak. Karena kesedihan bukan sesuatu yangharus dirasakan namun gagasan tentang masa depanlah yang harus di wujudkan demi menebus sebagian dari wujud kesedihan yang telah terlanjur datang…. Tak banyak lagi yang dapat saya tulis ketika indahnya bersama anak saya datang, dan selalu memberikan kasih sayang dan kebahagiaan yang baru padaku. Dimana hal itu membuat rasa kehilangan sedikit terobati. Setelah kita menjadi oran tua kita pasti akan sangat-sangat tahu bahwa kebahagian masa depan ialah kebahagiaan untuk anak kita. Kegagalan hidup sebenarnya tidak ada tetapi orang yang merasa dirinya gagal itulah yang harusnya berkaca bukan pada kegagalan tetapi pada kenyataan akan datang tidak hanya di dunia tetapi di lain dunia. Thanks friend intinya dapat anda petik dimasa depan!!!
Dhimas — September 15, 2008 @ 11:10 pm
Semoga selalu diberkahi dan dilindungi Tuhan
Web99 — September 16, 2008 @ 2:24 am
Menatap masa depan dengan penuh harapan dan semangat.
sumintar.com
harianku — September 16, 2008 @ 5:04 am
duh mba.., setelah saya baca saya jadi berfikir banyak tentang diri saya..
erwin — September 16, 2008 @ 7:19 am
kipram — September 16, 2008 @ 10:46 am
berusaha dan merenung
AHA — September 16, 2008 @ 10:49 am
ntar ketatap beneran loh mbak.. he2 (kg nyambung ya) mo buka seh.. dah lemes banget
admin — September 16, 2008 @ 11:14 am
@Dhimas on September 15th, 2008
Tuhan bersama kita…Amin
@Web99 on September 16th, 2008
Bener Pak Semangat menunjukkan harapan
@harianku on September 16th, 2008
Kenapa HARI-harimu terasa terlewati…tetapi kan semuanya belum berakhir…”
@erwin on September 16th, 2008
Oke merenung untuk sesaat memang perlu.
@kipram on September 16th, 2008
BErusaha untuk merenung saja terkadang sulit apalagi berusaha untuk sesungguhnya,,tapi bener tetap harus berusaha.
@AHA on September 16th, 2008
Ketatap dimana sakit ya kasihan….tapi jangan buka dulu ya..
Shugoshin — September 20, 2008 @ 4:03 pm
Masa depan mm hrs direncanakan matang2, spy ga salah arah.
noraini shamsuddin — July 16, 2009 @ 11:21 am
merancang masadepan amat penting dalam menghadapidunia sekarang.