Memahami Rejeki Mengatasi Krisis

Saat krisis seperti ini sebagian orang kehilangan rejeki.Tapi ,dengan pemahaman rejeki yang benar krisis menjadi tak masalah.Sebagian orang berpendapat bahwa rejeki setiap orang sudah ditentukan.Dengan dasar pemikiran tersebut mereka menuduh konsep rejeki dalam islam menjadikan manusia malas berusaha.
Rejeki dapat berupa sesuatu yang halal atau haram.Upah yang diterima buruk pabrik sebagai imbalan kerjanya merupakan rejeki.Uang hasil korupsi seorang pejabat pemerintah walaupaun haram juga merupakan rejeki.Tanpa membedakan bagaimana cara memperolehnya,keduanya baik yang halal maupun yang haram tetap dinamakan rejeki.Namun Allah SWT memerintahkan kita untuk memakan rejeki yang halal saja,sebagaimana firmanNya:”Dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rejekikan kepadamu.”(Al-Maidah 88)
Banyak yang mengatakan bahwa orang miskin memperoleh rezeki sedikit dan orang kaya memperoleh rejaki berlimpah.Pendapat itu timbul disebabkan pandangan yang hanya menekankan aspek materi.Mereka berpendapat rejeki yang diperoleh hanya berupa uang atau kekayaan yang langsung dilihat secara konkret.
Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Luas PemberianNya.Anugrah yang diberikanya tak hanya berupa harta benda,namun dapat pula berupa ilmu,kesehatan, semua hal yang dapat bermanfaat membawa kenikmatan.
Rejeki merupakan masalah gaib yang hanya Allah dan hamba-hamba pilihananNya sajalah yang mengetahuinya.Pengetahuan atau ‘ramalan’tentang adanya pemberian rejeki sebelum terjadinya adalah kehendakNya yaitu hanya melalui informasi yang diberitahukan kepada hamba-hamba yang diridhaiNya.Haram hukumnya bertanya kepada dukun atau paranormal tentang bagian rejeki yang akan kita dapatkan dimasa yang akan datang apalagi meyakini kebenaranya.Hikmah yang dapat kita petik dari dirahasiakannya takdir Allah ini adalah usaha mencari rejeki adalah ibadah menunaikan perintah Allah.
Janganlah kita merasa orang yang paling susah,mendustakan nikmat Allah karena nikmat yang Allah berikan kepada orang lain

Tags: , , , , , ,

Related posts

1 Comment

  1. Petani Internet — June 17, 2008 @ 3:16 pm

    Cocok jadi ustad nih,

    semoga deh, ustad Internet.

    -Diah-
    Amin2X…masih belajar pak :)

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment