Media Tanam Yang Baik

Bagi pecinta pasti mudah menentukan media tanam yang baik. Tapi bagaimana dengan orang awam dalam bidang bercocok tanam, bukan pasti sulit tapi lebih kurang mengetahui bagaiman prosedur penanaman dalam hal bercocok tanam. Mungkin besar sekali rasa ingin tahu orang awam dalam hal bercocok tanam, ada yang ingin menerapkan sifat peduli lingkungan dan ingin sekali melakukan penghijauan atau hanya ingin memperindah lingkungan sampai mencari penghasilan dari bercocok tanam.

Tapi semua itu sangat baik, di mana saat ini sudah banyak gedung-gedung tinggi, industri-industri besar entah pertambangan dan yang lain, yang banyak melakukan eksploitasi kekakayaan alami dari alam, seperti pohon dan tumbuhan lainnya. Sehingga sekarang sulit sekali mencari media tanam yang benar-benar pas, memang tidak di pungkiri bahwa Tanah Air Indonesia sangat baik untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Tapi ya gitu sekarang yang peduli lingkungan jarang sekali.

Dan maunya hanya ingin yang praktis-praktis. Jadi media tanam saat ini sangat di perlukan bagi pertumbuhan sebuah tanaman. Dan beberapa media tanam yang baik yang banyak di gunakan ialah tanah liat plus pasir sungai plus pupuk kandang plus sekam bakar plus batu kerikil. Tapi kayak gitu kayanya sih sulit ya padahal cuma cari komponen-komponen yang murah seperti diatas susahnya minta ampun. Gimana cari peternakan untuk pupuk kandangnya, gimana cari pasir sungai rumah jauh dari sungai, sekam apalagi, kerikil mungkin masih ada. Secara zaman semakin tidak menentu jadi barang barang alami pun agak sulit untuk di cari terutama dikota-kota besar.

Ya komponen diatas cuma baiknya saja. Dengan media tanam tanah saja dan pupuk sudah cukup dan bisa untuk bertanam. Gak ada yang alami yang buatan juga gak apa. Jadi pupuknya beli merek a, b, c, tapi jangan tumbuhannya yang buatan sama saja bohong kalau gitu…hehehe mau menanam kok pake susah….huh

Article Global Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Eli Pets

3 Comments

  1. waw — November 19, 2008 @ 4:29 am

    Di malang ga gitu masalah kan untuk tanam menanam :). Kalo susah bukan makobu (malang kota bunga) lagi, tetapi makoru (malang kota ruko).

  2. Masenchipz — November 19, 2008 @ 5:07 am

    oo.. gitu ya… kok kue basah beralih ke pertanian ya… he..he…

  3. therunk — November 20, 2008 @ 3:06 am

    saya pernah mengelola tanaman hias,
    dan komponen media tanamnya seperti yang mbak diah bahas..
    memang sih agak sulit mencarinya, tapi ya karena dulu saya tinggal di kampung ya masih agak gampang memperoleh komponen tersebut :D

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment