Ketika Teman Berbicara Kasar
Berbicara Kasar pada Teman seperti dalam benak kita identik dengan pertengkaran. Memang ada yang sering berpikiran bahwa perilaku berbicara kasar identik dengan hal tersebut,dan hal itu memang benar adanya. Karena tidak sering jika seseorang mulai merasa kesal atau tidak senang terhadap orang lain mereka selalu berbicara dengan nada keras dan kasar.
Tapi apakah itu baik? ya selama kita bisa menahan emosi untuk apa kita harus berbicara kasar. Tapi bagaimana jika memperingatkan seseorang yang bikin gregetan atau emosi? Contoh halnya ada orang yang merokok di dalam Angkot di mana didalam angkot tersebut banyak anak di dalamnya dan orang tersebut udah di peringatkan secara halus tapi tetep aja gak di matikan rokoknya. Apa kita perlu berbicara kasar terhadapnya..?? Klo ngak gimana donk, ya ngomong sekali lagi baik-baik. Tapi keburu habis tuh puntung rokok. Ya mungkin bisa dengan gini “Maaf mas bukannya ngelarang mas merokok, tapi mas bisa lihat di sini banyak anak, jadi mas matikan dulu sebentar,ntar dinyalakan lagi tuh rokok setelah turun dari angkot, dan ini saya kasih tambahan uang rokok” Gimana / bagaimanakah reaksinya? ya semoga bermanfaat deh.
Kembali ke topik, tidak sedikit teman yang berbicara kasar kepada sahabatnya sendiri. Banyak hal yang menjadi pemicu dimana hal tersebut dapat menjadi sebuah pertengkaran antar teman. Saya baca dari sebuah buku penyebab terjadinya perilaku berbicara kasar terhadap teman atau sahabat baik ialah kesalahpahaman entah soal (pekerjaan,pacar,rumah tangga, dll), dan hasutan orang lain. Tapi apakah secara logika itu benar? gak tahu deh yang pasti di buku kaya gitu. Jadi sebaiknya kita berusaha tidak berbicara kasar terhadap orang lain apa lagi terhadap anak atau suami. Jika berbicara kasar pada anak cenderung anak tersebut tidak dapat melakukan perkembangan terhadap dirinya karena dalam setiap tindakannya selalu merasa takut salah(dalamm hati “ntar dimarahi”) dan itu biasanya akan terus berdampak hingga usianya bertambah. Hal selalu berhati-hati memang perlu kita terapkan pada si anak tapi apakah dengan berbicara kasar pada anak ,si anak akan mengerti tentu tidak. Karena berbicara kasar bukan merupakan bagian dalam sikap hati-hati. Jadi bagaimana dong kalau anak kita bandel. Saya pernah baca anak bandel cenderung anak yang sehat. Dan caranya adalah dengan kita berfikir lebih pintar daripada si anak. Contoh hal: ketika kita melihat anak mau lompat dari atas meja yang cukup tinggi,sedang kita berada di jauh dari meja. kebanyakan orang tua biasanya cepat datang mendekat lalu memarahinya bahwa tindakan yang di lakukannya salah. Jadi bagaimana, ya kita sebaiknya bilang stop lalu mendekat udah sekarang boleh lompat,dan memperingatkan si anak begini “nanti kalau mau lompat dari meja tunggu mama atau papa” ya.
jimmy — November 7, 2008 @ 2:38 pm
iya anak itu adalah peniru paling hebat.. dia pasti meniru orang2 di sekitarnya terutama orang tuanya, kalo orang tuanya sering ngomong kasar, pasti anaknya juga ketularan sering ngomong kasar
soerdjak — November 7, 2008 @ 2:59 pm
“mulutmu harimau mu” serem ya dengernya…tapi emang gitu kok, apapun yang keluar dari mulut kita menandakan kepribadian kita, isi kepala dan hati kita.
tapi jgn kasih istilah ttg harimau itu ke anak2 kecil, ntar pade takut lagih,heuehue..
info resep — November 7, 2008 @ 4:09 pm
kasi jajanan biar bisa menjaga agar tidak berkata kasar.
kipram.com — November 7, 2008 @ 11:55 pm
Mba diah, anak umur 3 taun paling kuat daya serap otaknya. super absorber