Kenakalan Putraku
Kemarin aku dibuat jengkel oleh ulah putraku,ada yang ngomong kalau putraku keterlaluan nakalnya .Ada yang bilang pas kemarin ke masjid .dimana air dari bekas wudhu di kasikan ke muka salah seorang yang bisa dikatakan orang yg lebih tua ,sampai – sampai orang yang kena air tadi melabrak marah2 L.Belum selesai itu udah ada lagi yang bilang kalau putraku mainan silet (*nggak tahu dapat darimana barang tajam ) eh dibuat mainan dan sobek2 daun ..pas kebetulan samping rumah ada sadel sepeda nganggur ..ya di silet dech.Dimana habis main2 slet ketahuan yang punya sepeda..ya dilabrak lagi oleh yang punya sepeda.Dan pada hari itu juga ayahnya pulang agak malam ya nggak terlalu malam juga sih ,seperti biasa abis aku siapkan makan malam dan minum, aku ceritakan kejadian tadi siang.Tanpa basa basi ayahnya menanyakan kok bisa sampai gitu , kalau memang nakal jangan kebablasan dong (Ngomong ke aku)kalo’ bisa anak di monitoring ,jangan sampai tingkahnya kayak anak nggak di atur.(aku sempat di nasehati ).Dan pas itu juga putraku baru datang dari masjid, dengan wajah ceria.Tapi begitu datang sepert biasa ditanya beberapa pertayaan mulai disekolah ngapain,diajar apa.sampai kejadian /kenakalan yang diperuat seperti yang aku ceritakan tadi.Mungkin aku ngasih tahu ayahnya nggak tepat kali ( *Baru pulang kerja ), jadi bawaannya marah dan terus mencerca pertaayaan dengan hukuman yang biasa diterima tangan di (Slentik-i) nggak tahu mau ngomong apa..pokoknya selain tangannya dan kaki bagian bawah sendir di slentik-i.Mungkin sakit sekali kalau aku lihat ya memang nggak tahan sampai nangis putraku (*karena) nggak boleh nangis akhirnya ditahan sampai keluar keringat dan kalau dulu sampai putraku ke belakang untuk bung air kecil…lucu juga karena nggak boleh nangis ketika dimarahi, Akan tetapi kalo aku lihat selama ini ayahnya memang jarang memarahi kalau memang putraku nggak keterlaluan paling cuman menakuti saja, dan nggak pernah sampai main pukul , karena ayahnya sering bilang ke aku .kalau marah baik dia maupun aku jangan sekali2 main pukul terutama bagian kepala,muka dimana sekiranya dapat melukai Intinya jangan sampai mudah main pukul..Hendaknya kalau memang kamu marah mending kakinya dan tangannya yang mungil kamu cubit kecil..pasti dia nangis ..da kalau udah merasa kapok nangis ,besok usahakan kamu puji dia janagn sampai mengulangi lagi cukup diigatkan saja.Dan sekali2 di cium pipinya sebenarnnya kita itu sayang banget ama dia.Kalo aku pikir memang dia sangat nurut dengan ayahnya selama ini,kalo sama mamannya mungkin kadang nggak mau..atau mungkin ngalem kali biasa masih belum mengerti namanya juga anak anak
Tags: air, anak, daun, mungil, putraku, sakit, wajah





Aristianto — May 29, 2008 @ 4:48 pm
Klo mamanya ngeblog, dimarahin gak yah sama ayahnya
Nanti mba diah juga di slentik-i lho
-Diah-
Untungnya kalo ngeblog gpp,