Kemana Seorang Reformis Sejati
Banyak sekarang yang mengaku sebagai seorang reformis sejati mereka tidak hanya memberikan statemen yang bermacam macam adanya hanya demi memperoleh keuntungan pribadi. Contoh hal tersebut memang perlu menjadi bahan renungan semua sebagai lemahnya sifat-sifat seorang reformis bajakan.Banyak seorarang reformis musiman bergerak dari aktivis pembela tanah air bangsa mulai menunjukkan tanduknya merabah kedunia pemerintahan dan melalui berbagai jalan bisa masuk partai dll. Tapi itu tidak masalah selama mereka tidak tergiur nikmat dan kejamnya dunia politik di pemerintahan. Banyak korupsi yang dilakukan seorang reformis palsu yang berdalih macam-macam demi negara alah taunya ya tetep aja gak bener siapa yang gak tergiur uang didepan mata, wanita didepan mata katanya dalam benak mereka. Dan itu membuat sedikit mempengaruhi hal-hal fundamental pembangunan suatu negara dari segala aspek. Ya setidaknya reformis tidak melakukan hal tersebutlah tapi bukannya diam klo perlu angkat tangan-tangan setan didalam jangan hanya jadi seorang reformis tidak produktif. Lakukan masak kebenaran kalah sama kejahatan ya mungkin sebagian reformis ada yang berani melakukan tapi tetap ada ayng telah dilaporkan tetap kebal hukum waduh gimana solusinya . Kata orang gak berpendidikan tapi sedikit membangun jiwa reformis sejati wah santet mati aja klo emang bener lebih baik korban satu daripada rakyat banyak. Dari hal tersebut kita mengambil semangat positif yang perlu diteladani masa kalah sama orang gak berpendidikan. Seorang reformis harusnya muncul dengan jiwa apa adanya kebal godaan tidak ada imbalan berjuang sampai mati dengan tidak melupakan kewajiban mereka selain sebagai seorang reformis. Saya salut kepada menurut saya seorang reformis sejati seperti alm. Munir yang berjuang hingga akhir hayatnya. Kemana Seorang Reformis Sejati?Tapi saya optimis pasti akan muncul Seorang Reformis Sejati……….Amin







edwin — September 3, 2008 @ 2:05 pm
hehee…
semua kembali kpd diri kita..
Sekarang aja, reformasi sudah ngga jelas lagi kemana arahnya.
Sekarang namanya dah berubah jadi garongis (garong uang rakyat maksudnya)
tul ga?
[Reply]
sawali tuhusetya — September 3, 2008 @ 2:32 pm
wah, postingan yang cerdas dan kritis, mbak diah, saya sendiri sekarang sulit membedakan mana yang reformis sejati dan mana yang gadungan. orang yang dulu gencar berteriak reformasi, eh, setelah dapat kursi langsung tiarap, haks
kita hanya bisa berharap, mbak, seoga reformis sejati seperti alm. munir kembali hadir di negeri ini, amiin.
[Reply]
yudi — September 3, 2008 @ 2:33 pm
munculnya ga bakal sering mbak, butuh keikhlasan selain keberanian
[Reply]
therunk — September 3, 2008 @ 2:47 pm
amiin.. semoga saja datang seorang reformis yang bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang damai dan makmur… dan buat almarhum munir, semoga engkau tenang di alam sana hik…hik…
salam kenal ya mbah ato mas nih hehehe..
[Reply]
okta sihotang — September 3, 2008 @ 2:52 pm
jaman sekarang pengennya, jangan ada yang ngaku2 deh, langsung buktinya aja baru mantap..
[Reply]
Internet Marketing — September 3, 2008 @ 7:13 pm
Ya bisa dimulai dari diri kita sendiri,
kalau diri kita susah berarti orang lain juga susah.
Semoga nanti jadi kenyataan.
Selamat Jalan Alm. Munir, semoga Amal Ibadah anda diterima.
[Reply]
mierz — September 4, 2008 @ 12:43 am
ah, reformasi…
dulu semangatnya minta ampun (waktu blm punya jabatan ) begitu punya jabatan, gaji gedhe, kesempatan banyak, lupa deh sama idealisme nya..
hiiihihi..
[Reply]
konsultasi kesehatan — September 4, 2008 @ 1:10 am
ke mana perginya…pejuang sejati….biasanya yang jujur disingkirkan pelan2….klo di komunitas itu emang sudah dak butuh orang jujur……
[Reply]
aha — September 4, 2008 @ 1:31 am
bedanya reformis ama pahlawan apa ya?..reformis sekarang banyak kok..cuma reformis menuju keterbelakangan…. (wah pembahasan serius neh…kabur ah)…he2
[Reply]
erwin — September 4, 2008 @ 6:47 am
dunia politik itu kejam….
[Reply]
chodirin — September 4, 2008 @ 8:01 am
tunjuk hidung aja,, contohnya siapa mbak?
[Reply]
Kyai Slamet — September 4, 2008 @ 9:10 am
saya!
[Reply]
jadul — September 4, 2008 @ 12:45 pm
dia kesana berlari mencari tempat berlindung. kalau tak berlindung dia akan tergencet oleh situasi dimana sang pemimpin merasa menang
[Reply]
admin — September 7, 2008 @ 4:46 pm
@edwin on September 3rd, 2008
bener mas haha..membantu banget word Garongisnya
@sawali tuhusetya on September 3rd, 2008
ya bisa saja bapak..belajar kritis dikit kan gak papa ya pak.Demi bangsa harapan bapak sama dengan saya.
@yudi on September 3rd, 2008
Masak sih beneran?:-D
@therunk on September 3rd, 2008
Bener banget! harus percaya ya bang.. sa ma kuasa ilahi moga aja dateng.Mbak.Amin
@okta sihotang on September 3rd, 2008
“Ugh.. tegas banget. Ntar ketahuan orangnya lo”
@Internet Marketing on September 3rd, 2008
bagus daripada susah bareng mending seneng sendiri lho kok gitu.Amin..
@mierz on September 4th, 2008
Idealisme no banyak seharusnya kan bang…pikun banyak uang kurang amal..aduh tambah dosa tuh
@konsultasi kesehatan on September 4th, 2008
lagi pulang kampung mau lebaran..hiks
kenapa udah bosen kali ya?
@aha on September 4th, 2008
Jangan kabur gitu dong tak bawain pisau nanti lo!!!
buat ngiris kue masa tega ngiris orang gak jelas namanya aja aha
@erwin on September 4th, 2008
Ngalahin ryan pembunuh berantai.dan korbannya bisa mati perlahan..wah kasihan
@chodirin on September 4th, 2008
Wah kamu aja deh gimana tapi ikut karantina dulu..
ngepel lantai istana negara
@Kyai Slamet on September 4th, 2008
Slamet kan pahlawan reformis jawa.
@jadul on September 4th, 2008
Wah jadi terharu mendengarnya. pemimpin yang mana?
gimana mau menang wong pemimpin jalan kaki ya kalah ma reformis yang lari-lari..dor
[Reply]