KB :Keluarga Besar
Hari ini aku nulis dirumah umi ,kalau putraku libur sekolah kami biasa kesini.Dan kakakku beserta kedua puterinya juga kesini.Jadi rumah umi ramai oleh celoteh dan teriakan cucu-cucunya.Belum lagi tangisan sikecil yang baru berusia tiga setengah bulan puteri pertama adiku.
Umi adalah ibu mertuaku,beliau mempunyai 13 putra-putri, yang hidup 11orang dan suamiku no 10.Bapak mertuaku pensiunan ABRI,kini telah tiada,tinggal umi.Tapi umi ditinggali putra putri yang boleh kubilang sudah jadi orang semua.Ada yang jadi angkatan laut,bidan,ada yang bersuamikan kepala PLN,yang swasta pun. Alhamdulillah kehidupannya..Cucu apalagi ,sudah pasti jumlahnya puluhan ,ada 31 orang cucunya .Tambah satu calonnya sama yang lagi ku kandung.Kalau lebaran sudah jadi tradisi semuanya berkumpul.Wow kebayangkan ramainya.Dari anak ,menantu,cucu,cucu menantu sampai buyutnya,semuanya kumpul.Dikampung paling ramai rumahnya umi,ramai oleh cucu-cucunya yang sudah pasti sampai meluber kehalaman.
Kalau lagi punya hajat juga nggak repot-repot cari orang untuk membantu,semuanya ditangani sendiri pokoknya rukun dan bersatu deh.Dan keluarga besar inilah kekayaan yang tak ternilai.Dan kami juga mengadakan arisan keluarga ,biar tak hanya lebaran saja kesempatan untuk berkumpul dan silaturahmi.
Tapi jangan dikira selalu rukun terus loh.Perselisihan terkadang juga ada entah itu karena salah paham atau hanya sekedar cecok mulut.Tapi nggak sampai berlangsung lama ,karena bagaimanapun kita kan masih saudara.Jadi kita menyadari,dan memahami watak masing-masing.
Tags: anak, Celoteh, putraku, ramai, sekolah






sawali tuhusetya — June 7, 2008 @ 4:49 am
Keluarga besar? memang repot ketika masih harus ngurus mereka waktu masih kecil. tapi setelah dewasa, alangkah bahagianya orang tua melihat sukses anak-anaknya. apalagi melihat kelincahan dan kelucuan cucu2nya.
-Diah-
…sekarang udah besar2
Iya pak..kita2 anaknya jadi seneng kalo di ceritain pas waktu kecil2 dulu ngapain aja