Kasihan Anggota IBI Akibat Banyaknya Aturan dan Iuran

Jadi anggota IBI ( Ikatan Bidan Indonesia) harus benar – benar sabar dan loyalitas pada pengurus..Karena banyaknya aturan-aturan.Bukan loyalitas pada Organisasi…kalau tidak banyak-banyak sabar dan nurut pada mereka , kita bakalan nggak dapat SIPB ( surat ijin praktek bidan) yang syaratnya sangat- sangat banyak mengeluarkan biaya dan iuran…Dulu..kalau sudah ikut APN,bisa dapat SIPB,kemudian setelah semua anggota ikut APN (asuhan persalinan normal) peraturan di tambah lagi yaitu harus ikut BIDAN DELIMA, eeh..Semua sudah pada banyak yang ikut BIdan DELIMA…harus SEKOLAH dulu ke AKBID dan harus IKUT uji kompetensi..baru dpt SIPB…yang semua pelatihan ini di kelolah oleh pengurus IBI. Wah banyak banget ya..?

Sebenarnya kakak iparku ini orang sangat loyal pd organisasi,cuma dia benar 2 kasihan sama para anggota IBI yang lain,sebab tiap hari banyak dari mereka yang mengeluh pada kakakku,katanya jadi anggota IBI kok iurannya banyak sekali,entah itu mbayar iuran bulanan,di suruh jual susu formula,jual DEPO, mbayar konggres ( padahal yang berangkat konggres cuma pengurus saja ) dan mengadakan HUT IBI.juga. yang nanggung anggota , yang semua biayanya di tanggung oleh anggota ,yang notabene belum pernah merasakan apa loyalitas yang di berikan oleh pengurus baik pusat,daerah,maupun cabang pada semua anggota IBI…..

Related Posts

21 Comments

  1. sawali tuhusetya — July 27, 2008 @ 1:30 pm

    di mana-mana sama, mbak. kalau sudah berurusan dng masalah administrasi dan birokrasi, semua jadi rumit dan berbelit-belit. kon di dunia birokrasi itu berlaku adagium; “kalau bisa dibikin sulit, kenapa dibikin mudah?” haks …

  2. Petani — July 27, 2008 @ 2:10 pm

    Mempersulit bagian dari sistem birokrasi di indonesia,
    makin sulit makin keren…..

  3. tipis — July 27, 2008 @ 2:47 pm

    bener mas sawali, negara kita ini emang luar biasa. iya luar biasa remuk redamnya hahaha. semuanya susah. ntar jangan² bernafas aja susah nih (kena asma akut kaleee :D )

  4. alin — August 23, 2008 @ 4:19 am

    setidaknya semua dalam keadaan ikhlas. anggota ikhlas diboongin kalau pengurusnya boong dan hanya memanfaatkan ketidak berdayaan anggotanya. dan pengurusnya ikhlas digunjingkan anggotanya serta tidak malu bila memanfaatkan anggotanya yang tidak semua berada.

  5. Astrid — October 20, 2008 @ 11:01 am

    Sepertinya semua bidan dianggap berduit,padahal bidan yang baru bekerja dan belum punya ijin praktek,tentunya tidak boleh praktek,dan pasti tdk sama donk dengan yang senior.

  6. iin — April 16, 2009 @ 5:03 am

    betul banget sy sendiri merasakan belum kelar sarat yang satu,eh…. sudah di tuntut..lagi syarat-syarat yang lainnya setumpuk….

  7. aini — June 17, 2009 @ 8:48 am

    sekolah kebidanan menjamur tapi setelah mereka lulus tidak di pikirkan akan kemana,sebenarnya untuk apa di buka banyak2,buka praktek susahnya minta ampun,di RS terbatas apalagi PNS.jangan ngarep…

  8. prita yusita — July 3, 2009 @ 3:24 am

    betul bgt, biaya praktek bidan di sala3 mencapai nominal 400.000,- padahal biaya ijin di Dinas Kesehatan Kota Salatiga NGGA BAYAR!!!! alias gratis, plg cuma syarat doank….

  9. erni — October 18, 2009 @ 11:05 pm

    ya……semua kegiatan itu butuh dana untuk kelangsungan organisasi, dari mana kalau bukan dari anggotanya? jangan menyerah kalau mau jadi anggota ibi yang legal, oc!

  10. suryani lubis,sh,mkn — February 1, 2010 @ 6:53 am

    saya Bidan senior di satu komoniti kes menghimbau gak perlu terlalu banyak iuran yang penting banyak komunikasi informasi dan sirahturrahmi setiap bulan kami hanya iuran Rp 15000/bulan digunakan tuk makan siang bersama (rp 10.000/dus) kunjungan sakit/melahirkan dan masih ada lah kas tuk kegiatan setiap hut perkumpulan bidan kami seperti wisat bersama ,seminar dari kita untuk kita.

  11. teti — May 27, 2010 @ 4:37 am

    betul betul betul,,
    iurannya banyak, pelatihannya mahal, ada raport pula. tp wajib ikut kalo engga ga dapet izin perpanjang SIB apalagi SIPB.. hufffttt

  12. Agus Banudoyo — July 20, 2010 @ 9:13 am

    Saya jual USG untuk para Bidan dengan kualitas bagus dan harga bersaing, USG yang kami tawarkan merk BioCare ada beberapa type, baik mobile maupun portable, apabila berminat dapat menghubungi saya di 0813 14566185 / 021 5852129 / 02174644552 Thanks

  13. chandutz_ajah — December 16, 2010 @ 1:33 am

    saya bidan baru lulusan agustus 2010,.
    saya ingin ikutan organisasi dan ingin tanya ,sebenarnya prosedur pembuatan sipb itu gmana sih ,.
    mohon jawabanya yahhhh,.

  14. pipit — March 19, 2011 @ 7:32 am

    ya bgtu itu. saya juga seorang bidan. baru lulus tahun 2006 dan alhmdulillah sudah diangkat jadi pegawai negeri sipil. saya kaget juga baru masuk anggota IBI, isinya iuuuraaan melulu. Memang pertemuan IBi digelar setiap bulan. Tapi kok saya tidak mersakan manfaat apapun dari pertemuan ini. Karna isinya cuma arisan, makan makan, baca surat surat dari IBI provinsi, dll. tidak mencerdaskan dan tidak menambah wawasan bidan.
    Organisasi ini tidak mensejahterakan anggota, seperti organisasi lainny seperti IDI ataupun PGRI.

  15. suryani lubis,sh,mkn — April 29, 2011 @ 11:59 am

    adik2ku bidan yang baru lulus gak usah repot2 ikut ibi kalau gak ada gunanya iuran gak penting gak ada uang gak usah datang , tetapi kalau kamu profesional menolong persalinan gak usah takut dukun aja bisa nolong lahir ijasah adalah pengakuan sah jadi bidan
    bila ada masalah tanggung sendiri gak bisa ibi membantu wong dia juga gak tahu hukum mau bela apa

  16. melly natalyanti sirait — June 3, 2011 @ 6:17 am

    dari dulu kepingin banget bergabung menjadi anggota IBBI.tapi setelah melihat byk yg komen begini,jadi ragu..

  17. tatiaditama — June 24, 2011 @ 1:38 pm

    saya bidan lulus 2006.pernah daftar IBI 2007, biaya dikeluarkan kira2 350 ribu rupiah.tapi selama 6 bulan saya tunggu kok status anggota saya tdak kunjung selesai.ternyata setelah ditanya eh dibilang kartu anggota saya hilang, dan harus membayar lagi 350rb.putusan akhir saya menolak untuk jadi anggota IBI.

  18. I2-Harmony — December 19, 2011 @ 1:17 pm

    Ealah, ternyata dimana-mana sama saja ya… :D
    Birokrat kalo udah mental korup pasti begitu juga.
    Huft…

  19. DINA — December 19, 2011 @ 11:37 pm

    di tempatku lebih hebat lagi….masa ambil rekomendasi untuk SIK bidan saja mesti bayar 100rb itu br rekomendasinya blm kl ambil SIKnya bayar lagi 50rb,di cabang lain ada yg seperti itu?

  20. mita — December 23, 2011 @ 1:53 pm

    Saya lulusan tahun 1998,sampai saat ini saya tidak pernah mendapatkan kartu anggota,setiap di tanya belum dikirim dari jakarta,padahal sy lumayan rajin ikut kegiatan jika dibandingkan dgn teman rmn.jadi repotnya kl mau memperpanjang sip atau sipb,kita harus urus dulu rewkomendasi.bagaimana ini pengurus?seharusnya lebih simple peraturan yg dibuat tetapi ytp bermutu.demi kemajuan yg berarti.tks

  21. LINA — January 17, 2012 @ 5:56 am

    sbenarnya bukan tidak bermanfaat, tetapi mgkn krn ada faktor senioritas jd yang muda ga ngrasa manfaatnya abis bykannya yang tua – tua ga mau legowo…banyak manfaatnya jg kuk, kalo tmpat kami dulu and skarang tiap pertemuan ada info n tambahan ilmu…bagaimanapun baiknya qta ngambil hikmah baiknya….kalo yang muda saja sudah illfeel gmana masa depannya…. yang penting adalah Tugas Sucimu Sebagai Penyelamat Seluruh Wanita di Mayadapa…… Semangat ya bidan – bidan muda ….

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment