KANKER (Kantong Kering) Saat Dibutuhkan
Pada hari minggu saya dan teman sekelasnya melakukan kegiatan kuliah yang belum selesai yaitu mencoba berwirausaha. Di dalam satu kelas terbagi atas 6 kelompok, setiap kelompok berisi 4 orang. Yang satu tempat dengan saya hanya 2 kelompok. Tiap kelompok yang dengan saya menjual krupuk,hiasan gantung dari bantal dan saya sendiri menjual roti bakar isi ice cream. Dari 3 kelompok ini yang paling membutuhkan dana terbesar ialah hiasan gantung dari bantal, kemudian roti bakar isi ice cream, yang terakhir krupuk. Dan pengumpulan dana yang mendadak membuat para anak kost kalang kabut karena biasa kan akhir minggu. syndrom KANKER menyelimuti kebiasaan mereka di akhir minggu. Wah kanker kayak istilah kedokteran saja. Sorry pak dokter saya pake istilah kanker biar para anak kost sadar untuk berhemat. Kita lanjutkan kisah jualan disaat kanker. Ada beberapa yang hanya memiliki sedikit uang dikantongnya sehingga diputuskan bahwa yang punya uang lebih diharapkan membantu anak kost yang mengalami KANKER ALias hutang/pinjam/kredit. Katanya anak-anak kost ini memang benar, bahwa merokok memang membuat gejala KANKER. Kanker baik yang kedokteran maupun KANKER yang bahasa kerennya. Jadi bagi perokok kurangilah SMS( Sedikit-Makin-Sedikit). Oke kita lanjutkan, setelah memperoleh pinjaman tanpa bunga maka dana dapat terkumpul. Setelah itu masing-masing kelompok dapat membeli barang dagangan. Lalu saat proses penjualan dimulai tempatnya didekat lapangan. Pertama kita menyiapkan segala peralatan mulai pukul 5 pagi. Biasa target penjualan kita orang yang sedang berolah raga jadi harus pagi.
Pada saat kita mulai mulai menjual, kelompok penjual kerupuk menjajakan kerupuknya sambil berolah raga.” Mbak kalau beli krupuk dapet nomor HP mbak”. kata penjual krupukmenawarkan dagangannya.Ada juga yang menjual kerupuk disebelah kiri tukang bubur berharap ada yang membeli sambil makan bubur. Alhasil semuanya gagal karena disebelah kanannya tukang bubur ada juga pejual kerupuk yang baru datang dan kerupuknya lebih banyak. Jadi pembeli kurang tertarik dengan yang sedikit. Akhirnya mereka memutuskan untuk menawarkan kerupuknya di tempat area koskosan. Dan untung yang mereka peroleh Rp 1500/anak walau pun hanya sedikit yang penting usahanya kata seorang anggota. Dan yang memperoleh untung terbesar ialah kelompok penjual hiasan gantung yang mendapat untung Rp.10.000 /anak. Sedang penjual roti bakar ice cream hanya mendapat Rp.3000/anak. Mereka bangga ditengah-tengah KANKER mereka dapat memperoleh hasil walaupun dengan modal berhutang dan walaupun hasil yang diperoleh hanya sedikit. Para pemilik KANKER jangan berhenti sebelum berusaha.
Keponakanku.
Tags: anak kost, bakar, bantal, Dana, gantung, gejala kanker, Hutang, KANKER, kedokteran, krupuk, membeli, merokok, perokok, rokok, roti, roti bakar, SEO









walah….ini postingan ‘guest blogger’ yach…..
keponakannya cewek ato cowok…hihihihi
Ayo para penderita kanker jangan menyerah!!! tetap semangat..
lagi musim Kanker nih
Usaha ngutang dulu ahhh hehehehe
pengalaman yang menarik, mbak diah. bisa menjadi “virus” penyebar etos kerja. dalam situasi ekonomi yang tdk menentu, menciptakan lapangan kerja mandiri merupakan usaha yang layak dihargai.
@windra
July 22nd, 2008 at 1:27 pm
Yup
cewek mas..
@dhimas
July 22nd, 2008 at 5:07 pm
Semangat untuk ngeblog
@persikers
July 22nd, 2008 at 6:06 pm
Tanggal tua mas..
@sawali tuhusetya
July 23rd, 2008 at 3:46 am
Betul pak, pingin banget dech menciptakan lapangan kerja, terus dari anak buah menciptakan lapangan kerja untuk didaerhanya , jadi tidak tergantung kepada salah satu org saja ..