Stop Dreaming Start Action

Enak Jadi Petani American

Wah bagus banget kinerja asing barusan baca di kompas. Supprot Pemerintah bener-benar serius bagi para petani. Dengan diberikannya banyak fasilitas bagi para petani dari universitas seperti alat seperti internet dirumahnya dan menjalankan alat berat menggunakan GPS. Wah jadi enak banget ya orang sana bila rugi di ganti sepenuhnya oleh pemerintah. Ya kenapa kita gak bisa kayak mereka. Klo petani disini bibit dilempar aja bisa tumbuh tapi petani sini kok gak kaya. Padahal disana mencari berbagai cara untuk menenam supaya bisa tumbuh. Mungkin kurangnya teknologi pendukung. Contoh: Adanya impor coklat kenapa petani coklat mesti menggimpor. Katanya biar lebih mahal harga jualnya dan bisa beli kapal pesiar satu buah disini. Dan setelah itu coklat di Indonesia datang kembali jadi Silver Queen,Cadbury, dll. Dan mereka tidak sadar bahwa hasil penjualan coklatnya bisa jadi kayak gitu. Jadi pengusaha luar bisa dapet 100 Kapal pesiar dari hasil penjualan keseluruh dunia. Ya kita harus mengakui bahwa negara luar memang lebih maju. Apalagi dukungan pemerintah pada petani sangat baik karena mereka yakin bahwa hasil pertanian akan sangat sangat menguntungkan sekali dan pasti menghasilkan karena jalurnya sudah tertata rapi. Jika disini keyakinan pemerintah gak ada udah bantuan dana pake bunga untung belum tentu ada. Wah kasihan petani harusnya memang fasilitas terbatas tapi keyakinan harus tumbuh agar perekonomian berkembang selain dari pemerintah juga para pakar pendidikan, anak terdidik di segala bidang tidak hanya contoh mahasiswa pertanian saja yang peduli tapi bisa juga mahasiswa fakultas Ilmu komputer, elektro dan yang lain saling bekerjasama jangan hanya berkutat dibidangnya saja.Gak Petani ya petani,Komputer ya komputer wah salah besar itu. Ya kita jangan kalah lah ma American dan negara yang lain…….

Related posts

12 Comments

  1. Paman Gober — September 5, 2008 @ 10:16 am

    Iya neh mbak, coba petani kita kayak diluar mungkin hidup kita tambah tentram

    [Reply]

  2. senja — September 5, 2008 @ 11:50 am

    klo kita kaya di amerika, negara kita ga akan terpuruk seperti sekarang ini.

    [Reply]

  3. sapimoto — September 5, 2008 @ 1:31 pm

    Indonesia yang menurut sejarah adalah negara agraris, malah sekarang menjadi negara pengimpor bahan pangan. Sebuah kisah yang sangat ironis.

    [Reply]

  4. edwin — September 5, 2008 @ 1:37 pm

    sebenernya indonesia itu bisa makmur kalau sektor pertaniannya diperbaiki (pernah denger di acara republik mimpi)
    tapi kebanyakan sekarang malah ngurusi sektor lain yang ngga kita kuasai.

    [Reply]

  5. Shugoshin — September 5, 2008 @ 1:46 pm

    Indonesia? Msh jauh! Skrg aja petani jd korban lagi, mana mo lebaran lagi.

    [Reply]

  6. edwin — September 5, 2008 @ 2:38 pm

    mba Diah, baru diomongin loh sama PakDhe loh berkaitan dengan resep panjenengan menaikkan alexa yang joss itu.
    hehee

    [Reply]

  7. edwin — September 5, 2008 @ 2:40 pm

    wew, salah ngasi link
    maaf ya…

    [Reply]

  8. adinata — September 5, 2008 @ 2:56 pm

    jangankan mengenal internet, petani indonesia saja mungkin masih awam sama yang namanya komputer (kecuali pakde sang petani internet)he he he, mungkin jika pemerintah bisa beri perhatian khusus, nasib mereka bisa menjadi lebih baik

    [Reply]

  9. ika — September 6, 2008 @ 3:55 am

    wow..petani amrik hitech abis yah

    [Reply]

  10. bluegreen — September 6, 2008 @ 10:19 pm

    lha itulah anehnya indonesia
    wong modal terbesar indonesia itu tanah yang luas nan subur, kok malah mo dijadiin negara industri
    dukungan kepada investor utk industri sangat besar, kemudahan diberikan sedangkan pada petani (mana dukungannya?) pupuk mahal, bibit mahal, hasil panen ndak laku dijual
    ya itulah indonesia

    [Reply]

  11. Ardhy An Bombana UTY — November 14, 2008 @ 3:58 am

    Emang sih indonesia kaya tapi cumi buminya aja n orangnya pada miskin. tapi walaupun g’ kaya uang petani itu kaya akan kesabaran. sabar merawat tanaman, sabar menunggu hasil panen, sabar melihat panen yang merupakan sisa2 hama dan tikus n yang paling penting petani itu sabarrr menunggu kapan harga hasil pertanian naik. giiiiiiimana mo kaya harga pangan turun, tanaman dimakan tikus n kekayaan negara yang seharusnya buat rakyat malahan dinikmati oleh pr buaya dan TIKUS-TIKUS BERDASI. Hiduuup Petani dengan sabar mengawasi tikus berekor n tikus berdasi.

    [Reply]

  12. Ardhy An Bombana UTY — November 14, 2008 @ 4:41 am

    ‘”Jeritan Rakyat Kecil”‘

    Pemerintah meminta para petani meningkatkan hasil pangan supaya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan mengharapkan bisa menjadi negara swasembada beras. giiimana produksi pangan mo naik harga pangan aja g’ naik2. yang salah siapa petani apa pemerintah? Gimn petani bs berkembang seperti itu, buat makan aja g’ cukup.mereka mesti banting tulang peras keringat sementara ad org cuma duduk diatas sofa yang empuk tinggal tanda tangan n cuma butuh 5menit uang yang nolnya berjejer ud didepan mata. Sementara petani harus menunggu dua tiga bulan baru bisa panen itupun klo ad sisa hama n tikusss. giiimn produksi pangan mo meningkat tanah ud mulai g’ produktif, pupuk mahal n terkadang menghilang dipasaran, haraga racun hama jg tinggi sementara biaya kebutuhan sehari-hari kadang tak tercukupi.

    Jadi, utk mnjdi swasembada beras pemerintah n golongan elit harus memprhatikan hal2 brkt,antr laen:
    1).naikkan harga pangan maka produsi pangan akan mningkat
    2).Lancarkan distribusi pupuk dan awasi pelaksanaanya,krn kejahatan terjadi bukan cm adanya niat pelaku tapi juga adanya kesempatan.
    3).Harga racun sesuaikan dengan harga pangan.
    4).Hidupkan kmbali Penyuluhan pertanian yg akhir2 ini mentok krn alasan modal.
    5).BLT ubah aj menjadi berupa bantuan Pupuk, Racun hama, dan teknologi yang bs membantu petani meningkatkan produktifitas pangan. Krn Seakan-akan membuat rakyat malas n org ngaku miskin bertambah.
    6).Galakkan kembali Transmigrasi, soale masih banyak ko’ lahan kosong bs dimamfaatkan.Sperti, kolam2 bekas penambangan.
    7).Kesadaran Rakyat dan Pemerintah.
    “Esensinya Konglomerat Berbagilah kpd Konglomelarat”
    Jgn kmbngkan yg ky mkin kaya yg miskin makin miskin.

    Tulisan dipersembahkan oleh seorang putra petani n calon penerima tongkat estafet berikutnya Kpd seluruh masyarakat yang mengaku n Cinta Indonesia Khususnya Pemerintah n Jajarannya.

    ini bukan cm utk dibaca tpi harus direnungkan n diaplikasikan Demi kemajuan Bangsa Yaaang TerrrCinta ini.OK.

    Created By: Ardy Ansyar.Sagitarius
    (Sang putra Bugis Bone-Bombana)
    Mahasiswa Unversitas Teknologi Yogyaakarta(UTY)
    Semester I, A k u n t a n s i.

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment