Dibalik Kisah Pemilu 2009 di Kampungku

pemilu2009ihihi beberapa nggak update jadi gatel nich tangan :) , maklum beberapa hari ini diriku nggak bisa tidur nyenyak.Emangnya kenapa mbak..? kok nggak bisa tidur segala…Ceritanya begini …(weks kayak sinetron aja ) Dimana sebelum hari pencontrengan pemilu 2009 malam harinya seperti biasa para petugas dan pejabat teras setempat( rt-rw ) sibuk sekali,guna menyiapkan semua peralatan baik tempat maupun sugatan (baca:sajian ).

Wah pokoknya ramai banget .Kalah orang punya hajat beneran.Lagian kejadiannya persis di depan rumah (glodak) :P ….Udah gitu malam harinya suara musik ala dangdut rhoma irama mendayu2 …wah pokoknya pasar malam pindah dech.Udah gitu volume suaranya besar banget.Lha dari sini gimana mau tidur / istirahat udah mau tidur / ngeblog bentar..kalah ama musik…ya udah dech dipaksa2-in tetap aja nggak bisa :P

Sebentar ini ada kisah lucu dari salh satu peserta pemilu 2009 kemarin di kampungku (mbahku dewe) :)

Mbah : Diah aku mengko pilih nomer piro

Diah: Wah terserah njenengan mbah ..

Mbah : Aku mengko pingin pilih nomer sieng kerudun ijo kuwie …soale wonge  koncoku muslimat..kiro2 ero awakmu ndok ?

Diah : Oh niki tah mbah (kebetulan ada contoh gambar caleg dan partainya )

Mbah :Yo wes lek ngono

Selang beberapa menit menunggu ..abis begitu pas giliran mbah-ku ..Tak tunggu kok lama banget..hampir 30 menit-tan …takut ada apa2.( mumet,ntar pusing pikirku)..Terus akhirnya keluar juga ..lega pikirku.

Tak berapa lama kemudian mbah-ku ini tadi berkata

Mbah:Wah nomer lan fotone podo ora onok ndok …aku bingung sieng di pilih sieng ngendi

Diah:Oh inggih mbah pancen ora onok gambare ..,terus akhir sido pilih nomer pundi mbah ..?

Mbah.Ngrasakno milih ..aku moco khan ora iso nduk…yo opo jare tangan iki..kiro2 tengah ….mbuh bingung aku…nutupi kertas kuwie ..tak untel2…trus di parani petugase..akhire di benakno

Diah : *glodak ) Ngge pun mboten nopo2 mbah …mbenjang2 maleh InsyaAllah wonten gambare.

Jadi bisa di ketahui pada saat lansia memilih (khusus bagi buta huruf)..yang di ingat /contoh adalah gambar caleg .Untuk itu mudah2-han pemlu legislatif 5 tahun mendatang mudah-han ada gambar ..jadi nggak cuman tulisan dan nomer caleg + partainya aja

Related Posts

12 Comments

  1. Anton — April 11, 2009 @ 11:38 am

    Seumpama ada fotonya semua terus brapa lebar kertasnya … Apa ngak tambah bingung …

  2. admin — April 11, 2009 @ 12:06 pm

    paling tidak sama dg yg di tempel di luar sebelum di contreng mas..jadi udah siap2 ntar masuk tinggal contreng…eeehh begitu masuk ..lha dilalah ..cuman nama doang..wah tambah bingung dech ..so jadi kalo’ sama2 dg contohnya ada gambar yg tadinya bingung 90% jadi berkurang dech :D

  3. ika — April 11, 2009 @ 12:19 pm

    yup,, hal sama juga terjadi di desa saya mbak,,, soalnya masih banyak mbah mbah yang buta huruf.. susah sekali kalo ndak ada foto..

    sebenarnya caleg2 itu sayang banget keluarin duit untuk spanduk2 dan lain2 soalnya kan pas pemilu yang muncul namanya doang, bukan fotonya.. hehe

  4. Abi — April 11, 2009 @ 1:36 pm

    Juga ukuran kertas yg gede dan berat menjadi kendala bagi lansia.

  5. Nadia — April 11, 2009 @ 1:56 pm

    ,sayang nih….aku lum bisa ikut….

    ,kasian juga ya klo yg milih para lansia….

    ,yg muda aja bingung palagi yg lansia….

  6. s4ndy — April 11, 2009 @ 4:46 pm

    yah harusnya sama foto juga,truss partainya dikurangi…

    biar gak banyak..

    banyak” gitu abisin uang negara ajah..

  7. Aryo Sanjaya — April 11, 2009 @ 11:57 pm

    Filter pengajuan partai / caleg harusnya dibatasi lebih ketat lagi. Gak logis banget partai dibolehkan ikut tapi hasilnya 0.01 persen. Byuh. Berapa itu anggaran yang disedot partai-partai gurem, yang bisa jadi setelah partainya berdiri, dapat anggaran sekian milyar, terus ngilang pengurusnya.

  8. Ade — April 13, 2009 @ 9:30 pm

    Ga ada terjemahannya jeng? hehehehe ga ngerti bahasa jawa niy :-D

  9. Qisthon - Batam — April 13, 2009 @ 10:43 pm

    Duhh..kemarin kami sekeluarga gak masuk dalam DPT. Udah berargumen sama KPPS dengan KTP kami dan kartu pemilih 2004, tetap ditolak. Kami tidak merasakan gimana rasanya nyontreng :)

  10. admin — April 14, 2009 @ 8:47 am

    Yang Pasti bingung mas…kertasnya lebar amat :D

  11. mbahmul — April 14, 2009 @ 1:35 pm

    Setiap hal pasti ada plus dan minusnya. Menurutku, ini menurut pribadiku loh. Proses pemilu legislatif tahun ini sepertinya hanya mementingkan kawula muda atau orang-orang yang melek dunia masa kini. Tidak terpikirkan hal-hal yang diceritakan diatas akan terjadi. Seharusnya diberi batasan jumlah peserta masing-masing partai sehingga tidak semrawut seperti ini. Okelah bagi para pemuda yang penglihatannya masih baik, bisa baca, tau nomor. Emangnya yang nyontreng hanya kaum muda.
    eh kepanjangan ya..
    Itu menurut saya loh…

  12. admin — April 15, 2009 @ 1:19 am

    betul sekali , kasihan banget yg tua seperti kemarin…jd udah wanti2 di luar bilik …begitu masuk bilik lsg keringeten :(

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment