Cokelat Terus Membuat Gebrakan
Tahukah anda bahwa urutan berapakah kita ini dalam sektor Indsutri Cokelat untuk wilayah dunia dan Jawabannya adalah pada Urutan Ke tiga Penghasil Cokelat Terbanyak di Dunia. Terus sudahkah petani Cokelat sejahtera ? Belum. Padahal beritanya hasil centra produksi cokelat membuat gebrakan – gebrakan yang lebih baru. Yaitu dengan mengekspor sekitar 80% cokelatnya ke negara tetangga seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan sisanya yaitu 20% sejumlah sekitar 140 ton dipakai sendiri. Tahu jadi apa cokelat itu nanti, pakah bernilai atau tidak semoga aja bernilai setelah di olah. Apakah mengekspor cokelat sejumlah 80% itu merupakan suatu gebrakan yang berarti? tentunya tidak.
Tapi gak papa yang penting centra Industri kita kan termasuk yang terbesar di dunia. Biar sudah cokelat kita di makan orang banyak di negara lain biar orang-orang di dunia kegemukan makan cokelat, dan orang-orang kita tetap kurus-kurus dengan penghasilan yang sedikit. Kan gak perlu banyak untuk negara sendiri 20% aja udah kualahan ngolahnya. Klo di ekspor kan enak gak perlu gaji karyawan untuk ngolah cokelat sendiri. Ya gitu itu ciri khas orang Indonesia yang penting lihat duit di depan mata dulu yang lain belakangan.
Bangsa yang pintar bukan karena hal besar yang di perbuatnya tapi hal kecil yang telah di ubahnya menjadi besar. Jadi kita rmerupakan centra produksi cokelat terbesar apakah merupakan bangsa besar yang pintar..? Klo yang baca sih sudah pasti orang pintar, kan minum Tolak Angin.Negara lain hanya sedikit mengolah sudah jadi hal yang (……) dijawab sendiri kan udah pintar. Gak malu ya Negara lain mau-maunya ambil cokelat di sini. Jelas mau kan cokelat sangat berguna bagi kesehatan peduli amat…amat aja gak peduli. Banyak hal yang dapat kita peroleh dalam mengkonsumsi cokelat. Diantaranya adalah mengurangi resiko terkena serangan jantung dan menurunnya daya ingat, serta dengan cokelat bisa awet muda. Tapi jangan sering-sering makan cokelat selain memiliki fungsi yang baik, cokelat juga bisa menyebababkan hal yang lama yaitu kegemukan. Sebenarnya sih makan coklat banyak gak papa asalkan diimbangi dengan aktifitas olah raga agar lemah jenuh bisa keluar, karena
cokelat cuma memberi pengaruh 1 % pada asupan lemak total. Mari makan cokelat sambil olah raga dan dengerin musik dari band cokelat. Gak perlu khawatir deh dengan kegemukan.
kidedfith — October 23, 2008 @ 2:31 am
jadi pengen..,aq baru tahu bu kalau coklat bs bikin awet muda,..ketinggalan informasi nih..:D, makan coklat dulu ah..
Henrikus — October 23, 2008 @ 3:04 am
Pada saat krismon dulu di daerah ku, lampung, petani coklat makmur. Tp jgn salah.. petani coklat di sana, tanahnya berhektar-hektar
jadi yg miskin adalah buruh taninya…begitu.. Bener koq.. coklat ga bikin gemuk.. itu hanya mitos. Jd tetaplah makan coklat…!
mierz — October 23, 2008 @ 8:31 am
aku makan coklat kalo gi stress, ktanya bisa ngilangin stresss..
tapi malah gigi nya yang stress, bolong-bolong
gadis — October 23, 2008 @ 3:10 pm
makan coklat, hobi aq
Daniel Mahendra — October 23, 2008 @ 3:44 pm
Andai yang dijual ke luar itu coklat dalam bentuk sudah jadi. Sehingga tak sekadar nomor urutan yang didapat negeri ini. Tapi juga hasil yang gemilang.
Sayang sekali, untuk menembus pasar internasional dengan produk yang sudah jadi nyatanya jauh lebih sulit ketimbang bahan mentahnya. Sementara produk yang sudah jadi dari luar begitu mudah masuk pasar dalam negeri.
jimmy — October 23, 2008 @ 4:16 pm
saya paling suka makan coklat.. sayang gak boleh terlalu banyak karena kolesterol
yudi — October 24, 2008 @ 7:12 am
sial, saya termasuk orang yang ga bisa gemuk2 walau makan coklat sekarung. cacingan akut kali yah??