Cita-Cita pengemis sukses untuk naik Haji
Mobilnya CR-V keluaran terbaru 2004 kinclong,Cakto sebutannya.Bidang yang ditekuni menjadi pengusaha /Bos pengemis di surabaya.Asli dari bangkalan Madura.Anak buah lebih dari 54 orang dengan tiap hari menyetor kepada Bosnya tidak di patok.Mengayomi anak buah ,memberi jalan,nejadi mentor untuk mengemis,tips dan trik agar mengemis sukses.Begitulah kisah Cak to mengawali.Sehingga bisa menjadi seorang yang sukses dan ingin naik haji.Saya nggak mengerti apa yang ada di benak mereka.ada yang bilang hasilnya haram , atau halal terserah kita menyikapi.Berita Cak to terkenal di mana-mana.Dari orang tua yang dulunya berprofesi sebagai pengemis kini anaknya menjadi pengems pula.Dan juga mengembangkan.Bagaimana menjadi pengemis yang disegani ,baik antar pengemis maupun oleh preman2 jalanan.Tak luput pula bagaimana trik untuk menghadapi Satpol PP yang biasa menangkap para gelandangan .
Diambil dari Jawapos
persikers — June 18, 2008 @ 12:27 pm
Hmmm cita² yang mulia
aku juga mau jadi pengemis online ahhh (ngemis refferal) hehehehe
jimmy — June 18, 2008 @ 2:08 pm
ah kalo kata saya sih itu halal, toh gak merugikan orang lain kan? asal jangan suka maksa aja minta2nya
chodirin — June 18, 2008 @ 2:14 pm
ada keasalahan fatal yang dibuat orang itu. prinsip dia yang mengatakan bahwa mengemis itu “pekerjaan” halal itu salah besar. mengemis hanya boleh kalo benar2 tidak mampu. sedangkan kalo mampu hukumnya haram. apalagi cara mengemisnya dengan berbagai tipuan. berpura2 menjadi sakit buat saya sama dengan menipu.
“barang siapa yang meminta-minta padahal dia mampu, maka Allah akan menempatkan baginya satu rumah di neraka” (hadits). hadits ini mengisyaratkan haramnya mengemis kalo tidak terpaksa.
semoga kita semua bisa menjaga harga diri kita dengan tidak mengemis.
-Diah-
Wah mkasih mas Chodirn udah memberi kita pemahama lebih detil ttg hal diatas.Memang sangat disayangkan ..endingnya hasilnya bisa di buat mobil masih keluaran trbaru
manggis — June 18, 2008 @ 2:52 pm
Rasanya aneh aja sih…mbok ya nyari duit dgn ngemis gitu….koq kayak punya harga diri banget yaa…(aduh, mohon maaf ya buat si cak nto…!) daripada ngemis gitu, mending nyangkul deh, ato jual/loper koran khan, Diah…?!
Tuuuh si cak matinya ntar bakalan nge-nes banget….(wwwaaaoouw…sotoy ye…!)
Diah, salam kenal dan kompak always…!)
-Diah-
Betul mas, memang semua terserah bagaimana kita menyikainya.Memang masih mudah kuat dan terus melakukan hal semacam itu.Semau tergantung dai dir masing2 personal yg melakukan
Salam Kenal Juga mas
Petani Internet — June 18, 2008 @ 3:19 pm
Ya memang seprtinya kurang pas kalau pengemis dijadikan profesi. kecuali memang gak ada jalan lain.
Apalagi ada trik-trik agar bisa menghidar satpol pp dll.
Yang boleh mungkin Mengemis Cinta (hehehhe).
Semoga gak banyak yang contoh, yah nanti indonesia jadi bangsa pengemis, sekarang aja sama Malaysia udah di anggap bangsa budak, apalagi nanti kalau pengemis jadi berkembang, lengkap deh penderitaan kita.
-Diah-
Salah satu budaya malu hilang dan mulai sedikit demi sedkit hilang pak.Dan memang betul lengkap anget penderitaan Bangsa Ini
sawali tuhusetya — June 18, 2008 @ 4:36 pm
bener2 zaman sudah terbalik, mbak. rasa malu sudah jauh terpendam entah di mana. setuju dengan mas chodirin, kayaknya meminta-minta, apalagi diorganisasikan kayak mafia, wah, negeri ini makin lama makin hancur. jangan2 nanti ada sekolah khusus utk mendidik jadi pengemis profesional, haks
-Diah-
Betul p.kayaknya udah salah satu ciri budaya malu sudah mulai tergerus
Jauhari — June 19, 2008 @ 3:00 am
Ancene sangar
-Diah-
Iya mas…:)
shindu ariyanto — October 10, 2008 @ 1:57 am
tolong.in saya Naik Haji, barangkali ada yg bisa bantu.
kunjungi website http://tolong.in
terimakasih yg sebesar-besarnya telah membantu.
jika tidak berkenan,
mohon tidak dicantumkan dan saya minta maaf sebesar besarnya.