Bukan Mimpi Siang Hari, Kebakaran Rumah.

Siang tadi tepatnya kurang lebih jam 12 siang terjadi musibah yang melanda tetangga saya. Bagaimana tidak rumahnya habis di lalap api dan pada saat kejadian pemilik rumah sedang keluar rumah gak tahu ada urusan apa, pulang-pulang ia melihat rumahnya sedang terbakar ini bukan mimpi kan? ya bukan lha bu masa siang-siang gini masih mimpi sabar aja bu, dalam bahasa jawa. Dengar-dengar isunya, dirumah itu masih ada seorang bapak masak air pake kompor gas,ada anak main bakar gak jelas bakar petasan/yang lain, dan ada lagi yang mengatakan ada bapak yang bakar kayu(sampah) didalam rumah dalam keadaan pintu di kunci. Jadi bingung yang betul yang mana masak air,bakar kayu(sampah) mungkin masak air pake kayu bakar ya tradisional gitu deh. Untungnya hari minggu jadi banyak orang dirumah klo gak da warga dirumah udah menyebar kebanyak rumah, gak untung ya tetep rugi. Pada waktu kejadian hal yang paling sulit untuk memadamkan kebakaran rumah itu ialah air. Pada waktu itu keponakanku(waktu itu suamiku gak dirumah) dan masyarakat berusaha mencari air dirumah-rumah tetanggga sampai air dirumah tetangga dekat terbakarnya rumah habis buat nyiram api.

Lalu masyarakat menemukan alternatif lain yaitu mengambil air di sungai. Dimana jarak sungai ke rumah 50 meter, jadi warga masyarakat berbaris menyalurkan air. Pada awal kebakaran pemadam kebakaran telah dipanggil tapi yang telepon banyak mungkin PMK bingung di mana rumahnya selain itu rumahnya tidak dipinggir jalan seperti diperkampungan dan mobil pemadam tidak dapat masuk karena memang jalan kesana jalan selebar jalan setapak. Tapi untung selang PMK masih bisa sampai tapi membutuhkan waktu yang sangat lama sekitar 1 jam untuk dapat masuk. Ya jelas 3 rumah habis dilalap api. Seharusnya sistem PMK harus di perbaiki ya minimal kayak memakai GPS untuk mengetahui koordinat terjadinya kebakaran seperti petani amerika kemarin. Dan pemberian hydrant air karena susahnya cair air waktu kebakaran. Jadi gak sampai ludes

Related Posts

11 Comments

  1. Shugoshin — September 7, 2008 @ 11:56 am

    Yo, saya dpt pertamax.
    Mm gitu lah mbak PMK kita, mgkn lg kebanjiran job, dan kekurangan tenaga, makanya dtg telat

  2. admin — September 7, 2008 @ 6:11 pm

    @ Shugoshin on September 7th, 2008
    ok saya di bagi dong..pertamaxx nya.
    iya klo job? klo rentenir! oiya lagi puasa ya…perlu nambah nazi/gizi mungkin ya..

  3. strato — September 7, 2008 @ 7:13 pm

    ikut bersedih buat tetangganya deh ya

  4. Paman Gober — September 8, 2008 @ 3:10 am

    Wah kasihan ya! Semoga mereka diberi ketabahan

  5. edwin — September 8, 2008 @ 4:34 am

    Waduhh,,, semoga aja semua selamat

  6. jadul — September 8, 2008 @ 5:24 am

    sudah mbak jangan dipikirkan. Sapa tau membawa rejeki.

  7. orangndut — September 8, 2008 @ 6:02 am

    Gak ada korban jiwa khan? Semoga keluarga yang tertimpa musibah itu diberikan ketabahan…Amin.

  8. admin — September 8, 2008 @ 11:20 am

    @strato on September 7th, 2008
    Makasih supportnya mas…mudah-mudahan diberi rejeki banyak buat beli rumah lagi.

    @Paman Gober on September 8th, 2008
    Amin Paman.

    @edwin on September 8th, 2008
    Alhamdulillah mas semua baik-baik aja.

    @jadul on September 8th, 2008
    Saya hanya bersimpati.iya semoga rejeki tetep datang.

    @orangndut on September 8th, 2008
    Selamat kok. cuma barang-barang saja yang hangus.So, Amin ya robbal alamin

  9. AHA — September 8, 2008 @ 11:35 am

    trus banyak yang kebakaran jenggot dong mbak? he2

  10. sapimoto — September 9, 2008 @ 6:14 am

    Apakah mungkin setiap kelurahan harus punya PMK sendiri?

  11. admin — September 9, 2008 @ 12:57 pm

    @AHA on September 8th, 2008
    iya, Tapi gimana madaminnya? tapi gak usah di padamin biar keliatan bersih dan ganteng..hehe

    @sapimoto on September 9th, 2008
    Harus itu dengan pembangunan hydrant dan pelatihan warga..sip bangetkan

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment