Bali Menjadi Yang Pertama Dan Terakhir

Banyak kita ketahui sisi baik perjuangan Bom Bali satu yang dianggap oleh sebagian Majelis-majelis ulama islam ialah tindakan yang salah arah. Mereka bilang bahwa pelaku bom bali itu bukan merupakan tindakan jihad, karena jihad itu dilakukan pada saat terjadi perang dan benar-benar dalam kondisi peperangan, dan jika di Indonesia dalam hal ini bali itu bukan jihad karena kondisinya berbeda, karena situasi di sini bukan dalam situsi perang tapi tenang.

Wah tapi memang benar semua yang di lakukan bukan tindakan yang logis menurut akal terlepas dari masalah jihad atau apa. Karena menurut saya entah apa yang dirasakan pelaku sewaktu melakukan tindakan yang tidak sesuai sekali dengan norma-norma yang ada. Itu bukan jiwa islami sejati, tapi mungkin tindakan yang dilakukan almarhum pelaku bom bali ini merasa bahwa dirinya lah yang paling benar. Ya mau bagaimana lagi, mungkin ajaran-ajaran,falsafah-falsafah yang benar mereka artikan dengan salah karena pengaruh dari luar. Sebenarnya ya..!!! mungkin mereka tidak akan melakukan hal yang salah jika tidak ada pengaruh dari luar, yang dapat mempengaruhi jiwa islami dalam diri almarhum pelaku BOM Bali. Tapi bagaimana lagi pengaruh dari luar sudah masuk dan menjadi prinsip, susah deh klo gitu. Prinsip ya prinsip sampai matipun akan tetap di perjuangkan. Tapi dalam hal ini sekali lagi bukan tindakan yang cocok dan patut ditiru dari segi manapun.

Kasihan mereka mati di tangan regu penembak. Sebelum menikmati masa hidupnya bersama keluarga yang dicintai. Bagaimana keluarga tersangka pasti sedih sekali…dan yang sudah punya anak, semoga anak-anaknya gak ada dendam, dan bisa jadi anak yang tegar dan soleh ntar main sama anak ku ngrakit kue..kue kok dirakit. Untuk keluarga korban Bom Bali maupun warga asing dan Indonesia mohon dimaafkan atas semua kesalahan almarhum bom bali biar sama-sama gak ada dosa dan sama-sama masuk surga amin. Dan semoga kisah Bom Bali ini dapat menjadi yang pertama dan yang terakhir untuk bomber man di dalam aksinya melakukan pengeboman di Indonesia. Jangan ada lagi tangis dan kesedihan dalam dunia ini.

Related Posts

6 Comments

  1. istiyanto — November 10, 2008 @ 12:49 pm

    Wah..kangen rasane lama gak berkunjung di blog ini. Iya, semoga saja Indonesia tetap aman, tidak ada teroris. Musuh bersama adalah kemiskinan.

  2. soerdjak — November 11, 2008 @ 12:38 am

    Amrozy cs ‘pergi’ meninggalkan dilema. terlepas salah atau tidaknya mereka, kejadian bom bali telah merugikan banyak pihak.

  3. yudi — November 11, 2008 @ 3:04 am

    salah pemahaman bisa berakibat maut ternyata. yah gimana lagi, bagi mereka itu yang benar dan baik :-(

  4. erwin — November 11, 2008 @ 3:50 am

    bebeapa hari melekin TV, di kantor, di rumah, di warnet,di rumah temen hanya untuk lihat esekusi, akirnya datang juga dan ngucapin Innalillahi Wainnalillaihi Rojiun.

  5. Rajawali kecil — November 11, 2008 @ 3:56 pm

    Sudut pandang bijak dari “tukang” kue…

  6. Ardo — November 12, 2008 @ 6:03 am

    Yah, kasihan memang mereka harus menemui ajal di depan regu tembak.
    Kasihan juga mereka yang dibutakan oleh radikalisme dan menganggap diri sendiri paling benar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment